
Tafsir Sains dan Teknologi : Membaca Ayat-Ayat Kauniyah di Era Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Digital
206 hlm; 17,5 x 25 cm
Cetakan Pertama, September 2026
ISBN: (dalam proses)
Penulis : Dr. Dudung Abdul Karim, Lc., M. Ag.
Penyunting : Dr. Dudung Abdul Karim, Lc., M. Ag.
Tata Letak : Dr. Dudung Abdul Karim, Lc., M. Ag.
Penyelaras Aksara : Redaksi Faith Books
Diterbitkan Oleh: Penerbit Faith Books
Harga: Rp 80.000
Sinopsis:
Al-Qur’an bukanlah kitab fisika, biologi, astronomi maupun teknologi. Namun Al-Qur’an berbicara kepada manusia tentang langit dan bumi, penciptaan kehidupan, perjalanan benda-benda langit, hujan, gunung, lautan, manusia, serta berbagai fenomena alam yang terus mengundang manusia untuk berpikir, membaca, meneliti, dan mengambil pelajaran.
Di tengah perkembangan sains dan teknologi yang bergerak sangat cepat, muncul pertanyaan penting: Bagaimana seharusnya seorang muslim membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam semesta? Apakah setiap penemuan ilmiah harus dicari pembenarannya di dalam Al-Qur’an? Apakah Al-Qur’an telah memprediksi seluruh teori sains modern? Ataukah justru hubungan antara wahyu dan ilmu pengetahuan harus dibangun melalui dialog yang lebih kritis, jujur, dan metodologis?
Buku Tafsir Sains dan Teknologi hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui pendekatan yang kritis, integratif, dan berimbang. Buku ini mengajak pembaca memasuki dunia tafsir ilmu. Mulai dari fondasi etimologis ayat-ayat kauniyah, sejarah perkembangan tafsir sains sejak masa klasik hingga era digital, perdebatan para ulama tentang legitimasi tafsir ilmu, hingga perbandingan berbagai metodologi tafsir dan karya-karya besar seperti Al-Manar, Al-Jawahir, Tafsir Al-Misbah, Qur’an wa Miftah Al-Ghaib.
Pembahasan kemudian membawa pembaca menjelajahi berbagai fenomena alam dalam perspektif Al-Qur’an dan sains modern. Mulai dari penciptaan dan ekspansi alam semesta, orbit benda-benda langit, gunung dan lautan. Siklus air dan fenomena cuaca, kehidupan dan perkembangan manusia, hingga persoalan fisika, ekologi serta perkembangan teknologi.
Namun buku ini tidak menjadikan Al-Qur’an sekedar sebagai buku teks sains. Sebaliknya buku ini menawarkan paradigma wastihiyah, sebuah pendekatan yang menolak dua kutub ekstrem.
Di satu sisi menolak kecenderungan yang memaksakan setiap teori ilmiah ke dalam ayat Al-Qur’an demi membuktikan bahwa wahyu telah mendahului seluruh penemuan modern. Di sisi lain buku ini juga tidak menutup pintu dialog antara Al-Qur’an dan perkembangan ilmu pengetahuan melalui analisis kebahasaan, konteks ayat, penelusuran sebab nuzul, komparasi berbagai kitab tafsir serta dialog dengan temuan sains yang telah memiliki dasar akademik.
Pembaca diajak untuk memahami bahwa hubungan antara Al-Qur’an dan sains bukanlah hubungan kompetisi. Melainkan perjumpaan antara wahyu yang memberi arah dan ilmu pengetahuan yang membantu manusia membaca tanda-tanda Allah di alam semesta.
Pada akhirnya Tafsir Sains dan Teknologi bukan hanya buku tentang bagaimana menemukan sains dalam Al-Qur’an. Lebih dari itu buku ini mengajak pembaca untuk membangun cara berpikir Al-Qur’ani yang kritis, terbuka, rendah hati, bertanggung jawab, serta ilmiah.
Sebab tujuan utama dialog antara wahyu, sains dan teknologi bukan sekedar membuktikan bahwa Al-Qur’an sesuai dengan penemuan modern. Melainkan melahirkan generasi yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam berpikir, meneliti, mencipta, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban.
Sebuah perjalanan intelektual untuk membaca Al-Qur’an, memahami alam, dan menempatkan manusia sebagai pembelajar yang terus mencari ilmu tanpa kehilangan arah kepada Sang Pencipta.
Pesan buku: wa.me/6282211904541